by

Usai Temuan Praktik Oplosan Bulog Evaluasi Sistem Pembelian Beras SPHP

-News-35 Views

SAKSI MATA – Perum Bulog akan mengevaluasi sistem pembelian beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) melalui aplikasi Klik SPHP buntut temuan praktik beras SPHP yang dioplos. Standar operasional prosedur (SOP) bagi mitra Rumah Pangan Kita (RPK) juga akan diperketat, khususnya terkait pelaporan penjualan beras kepada masyarakat.

Kasus penyalahgunaan beras SPHP yang dikemas ulang dan dioplos menjadi karung berukuran 50 kg sebelumnya ditemukan pada gudang beras di kawasan Matraman dan Pasar Induk Cipinang, Jakarta.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengakui masih terdapat sejumlah celah dalam sistem aplikasi pemesanan beras SPHP, Klik SPHP. Menurutnya celah itu yang berpotensi dimanfaatkan untuk penyalahgunaan beras pemerintah.

“Program Klik SPHP itu masih ada titik-titik lemahnya. Nah, titik-titik lemahnya ini nanti kami akan evaluasi, kami laporkan ke Bapanas. Kami diskusikan supaya tidak ada lagi peluang-peluang sekecil apa pun untuk memanfaatkan beras-beras pemerintah digunakan untuk kepentingan pribadi ataupun kepentingan komersial,” kata Rizal usai melakukan pengecekan RPK di Jakarta, Jumat (30/10/2026).

Selain mengevaluasi sistem pemesanan, Bulog juga akan memperketat SOP pelaporan penjualan oleh mitra RPK. Selama ini, menurut Rizal, masih banyak mitra yang tidak melaporkan ke mana beras SPHP yang telah dibeli disalurkan.

“Termasuk SOP-nya, khususnya pelaporan. Setelah dijual, itu jarang sekali teman-teman RPK yang melaporkan penjualannya ke mana. Nah, ini yang akan kami tekankan kembali, penjualannya juga harus dilaporkan. Siapa saja dan lain sebagainya,” ujarnya.

Menurut Rizal, penguatan pengawasan tersebut diperlukan agar Bulog dapat memastikan beras SPHP benar-benar disalurkan kepada masyarakat sesuai peruntukannya, bukan dimanfaatkan untuk kepentingan bisnis yang menyimpang. Terkait inspeksi dadakan (sidak) terbadap RPK, tidak hanya dilakukan di daerah Jakarta saja. Rizal memperkirakan sekitar 2.000 RPK hari ini diperiksa melalui pengerahan petugas di kantor-kantor cabang Bulog di seluruh Indonesia.