by

BNPB Semai 2,4 Ton Dry Ice di Langit Sumatera, Untuk Menangani Asap Karhutla

-News-82 Views
banner 468x60

SAKSI MATA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) 2,4 ton dry ice selama dua hari pada 15 – 16 Oktober 2026 dari Bandara Raden Inten II, Bandar Lampung, Lampung.

Modifikasi cuaca dengan dry ice dilakukan karena semakin pekatnya asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla),  tidak hanya mengurangi jarak pandang yang menyebabkan penerbangan pesawat terganggu, tetapi juga berdampak pada kesehatan warga.

banner 336x280

“BNPB merilis total bahan dry ice digunakan selama dua hari sebanyak 2,4 ton,” ujar Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan, dalam keterangannya, Sabtu (17/10/2026).

Berton menambahkan, OMC dry ice ini dilakukan dengan 3 sorti, dengan durasi terbang selama 7 jam 3 menit.

“Sorti pertama, pesawat BNPB menyemai bahan dry ice di sekitar Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang. Total bahan semai yang dilakukan pada pagi hingga siang hari itu sebanyak 800 kilogram,” tuturnya.

Setelah penyemaian, berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada pukul 13.00 WIB tercatat jarak padang berada pada 1.000 meter. Beberapa jam kemudian, sekitar pukul 14.30 WIB, jarak pandang meningkat dari 1.500 m sampai dengan 2.000 meter.

Secara teori, penyemaian dry ice pada lapisan atmosfer mengalami inversi atau kondisi di mana lapisan udara di atas lebih hangat daripada lapisan udara di bawahnya.

“Ini akan berpotensi mempengaruhi struktur lapisan tersebut sehingga mendorong terjadinya pelemahan lapisan udara,” imbuh Berton.

Sedangkan setelah sorti kedua, jarak pandang cenderung stabil di 2.800 meter dan mengalami peningkatan 2 jam setelahnya menjadi 3.000 meter dan cenderung stabil hingga pukul 20.30 WIB.

“Kondisi tersebut tentunya mendorong situasi yang kondusif untuk aktivitas penerbangan setempat,” imbuhnya.

banner 336x280

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *