by

Tangani Karhutla Ciremai, BPBD Targetkan 6 Kali Water Bombing Hari Ini

-News-10 Views
banner 468x60

SAKSI MATA – Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, terus dioptimalkan oleh tim gabungan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, menyatakan bahwa berdasarkan hasil koordinasi dengan TNI Angkatan Udara, armada pemadam udara akan menerbangkan sebanyak enam kali misi penyiraman.

banner 336x280

Intensitas pemadaman dengan menggunakan helikopter penyiram air (water bombing) ditingkatkan mulai Sabtu (24/10/2026) siang.

“Direncanakan masih tetap ada tadi hasil komunikasi dengan pihak Angkatan Udara, ada rencana hari ini tetap menggunakan water bombing dengan frekuensinya mungkin enam kali,” kata Indra Sabtu pagi.

Indra menjelaskan, setiap satu kali angkut, helikopter water bombing mampu membawa kapasitas hingga 2.000 liter air.

Adapun durasi pengambilan air berkisar antara 10 hingga 15 menit per putaran, tergantung jarak menuju titik pelepasan air (dropping zone) di area terbakar.

“Titik pengambilan air berada di Situ Cipariuk, tepat di depan Kantor Kecamatan Pasawahan,” tutur Indra.

Indra memastikan keberadaan titik api (hotspot) di area TNGC terus mengalami penurunan secara signifikan berkat kerja keras tim gabungan.

Dari semula terdeteksi 13 hingga 15 titik api pada Rabu malam, aksi pemadaman intensif yang melibatkan sekitar 1.000 personel membuahkan hasil positif.

Pada Jumat malam, jumlah titik api menyusut menjadi 10 titik, dan hingga Sabtu pagi tersisa sekitar 2 hingga 5 titik api saja.

Diberitakan sebelumnya, karhutla di kawasan TNGC Kabupaten Kuningan meluas sejak pertama kali terdeteksi pada Rabu malam.

Sebanyak 742 petugas gabungan awal dikerahkan untuk memadamkan kobaran api di tengah medan yang terjal demi mencegah perluasan dampak kebakaran.

Sumber. Kompas.com

banner 336x280

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *